Sang Pengasih
Oleh: Mb3nk”
“merenung dalam bentangan
dunia”
pada sebuah pagi nan sunyi
hanya bertemankan semilir
angin
yang kian mencengkeram kuat
membalut kalbu”-
darah terasa membeku
dilumat oleh dingin
tak lagi menghentak
seperti hari masa kecil
kala masih dalam pelukan sang
pengharap
agar kelak menjadi bintang
disertai doa-doa perjalanan
meski rinai hujan kerap
menghampiri
ia yang malang
terbenam dalam KASIH-nya
tak peduli siang dan malam
menggendong permatanya
terbang ke bulan
tutur adalah penawar rindunya
kendati berkomat-kamit
di lorong kegelapan
di tengah pelataran
bulan remang sesekali
menyinari
mahkota yang mulai
keperak-perakan,
dan, mata itu
begitu sayup tampak memohon
ia lantunkan nyanyian lembut
begitu teguh dan penuh kidmat
dengan kedua tangan menengadah
ke langit
mengirimkan syair-syair asa
helaan nafas begitu terasa
dari rahimnya…
denyutnya kian merangsek
membunuh risau
sedangkan tubuhnya..
masih menaburkan aroma suci
tak terjamah oleh lekatnya
dosa
karena, hidup sepenuhnya
tercurah pada buah hatinya
***
renungan buat ibu
Salatiga, 14 Januari 2008