Hujan

June 15th, 2008 by bambang-triyono2

Oleh: Bambang. ty

hujan belum jua reda

masih terlihat samar-samar

cayaha lampu kota

ia dibelokkan sang kabut

hingga menghampiri

berjajar pohon-pohon

di sepanjang jalan

yang kita lewati

kala itu hanya beratap

payung mungil

yang dapat melindungimu

dari rintik hujan

begitu malang tubuhmu

saat aku tak kuasa mendekapmu

padahal hati kecil ku tak berharap

kau menggigil dalam

dinginnya malam itu

Kecerahan

June 15th, 2008 by bambang-triyono2

Oleh: Bambang .ty

Aku ingin tidur dalam indah yang diberkahi

Tiada yang ganggu dan menghantuiku dalam kelam

Biarkan tubuh ku lulai terbaring penuh ketenangan

Tak lagi terawang membayangi keluh kesah

Bila terbangun esuk harinya ku dapati nyanyian marga satwa

Di atas hijaunya dahan

Hingga tubuhnya bermandikan percikan embun

Tiada ganggu kalahkan kedamaian

Selanjutnya, bintang timur perlahan hilangkan diri

Ditutup sementara oleh sang pemberi adil (matahari)

Yang sorot matanya tajam memancar ke pelosok dunia

Tanpa ragu ia berjalan meniti fatamorgana

Betapa hari bahagia menyambangi kehidupan bagi kehidupan

Tanpa cela, dan pesakitan

Begitu sempurna hari bila segalanya bersama kecerahan hari

Tidak hanya malam tetapi juga pagi siang sore

 

Aku Ingin Terbang

June 3rd, 2008 by bambang-triyono2

Sepertinya aku merindu

Dalam kilau daun di pagi hari

Bersama nyanyian margasatwa

Yang memberi kesejukan jiwa

Tapi nurani ini seakan terpenjara

Dalam terali besi,

Yang aku sendiri tak mampu

Melepasnya….

Coba bila ku dapat terbang,

Seperti burung,

Maka akan ku lalui sela-sela kecil

Sejenak untuk ku raih harapan

Lorong Mimpi

May 9th, 2008 by bambang-triyono2

Ku cari kata-kata
Mencairkan hati membeku
Penuh emosi
Kaku,
Gejolak tak berujung…
Tiba akhirnya
Pada suatu malam
Jiwaku tergetar
Usai menyusuri
Lorong-lorong mimpi
Sesungguhnya…
Tubuhku masih mampu berdiri tegak
Menggapai bintang di angkasa
Untuk sepenuhnya hidup tercurah
Kepada bulan nun jauh di sana…

Bambang Triyono

Sang Pengasih

January 13th, 2008 by bambang-triyono2

Sang Pengasih

Oleh: Mb3nk”

 

“merenung dalam bentangan
dunia”

pada sebuah pagi nan sunyi

hanya bertemankan semilir
angin

yang kian mencengkeram kuat

membalut kalbu”-

 

darah terasa membeku

dilumat oleh dingin

tak lagi menghentak

seperti hari masa kecil

kala masih dalam pelukan sang
pengharap

agar kelak menjadi bintang

disertai doa-doa perjalanan

meski rinai hujan kerap
menghampiri

ia yang malang

terbenam dalam KASIH-nya

tak peduli siang dan malam

menggendong permatanya
terbang ke bulan

 

tutur adalah penawar rindunya

kendati berkomat-kamit

di lorong kegelapan

di tengah pelataran

 

bulan remang sesekali
menyinari

mahkota yang mulai
keperak-perakan,

dan, mata itu

begitu sayup tampak memohon

 

ia lantunkan nyanyian lembut

begitu teguh dan penuh kidmat

dengan kedua tangan menengadah
ke langit

mengirimkan syair-syair asa

 

helaan nafas begitu terasa

dari rahimnya…

denyutnya kian merangsek

membunuh risau

 

sedangkan tubuhnya..

masih menaburkan aroma suci

tak terjamah oleh lekatnya
dosa

karena, hidup sepenuhnya

tercurah pada buah hatinya

 

***

renungan buat ibu

Salatiga, 14 Januari 2008

 

 

Jalankesurga

 

Pusara

December 31st, 2007 by bambang-triyono2

Pusara

Teringat masa terlintas

Entah pahit atau-pun gembira

Di sanalah sejuta romantisme tersibak

Baik segala kisah dan likunya

Tapi, kelam begitu menakutkan

Demikian romantisme kala itu

Hingga tubuh terbuang

Tersisih di antara dahan kering

Berlumut ditepian ruas jalan

Bila itu tlah terlewati…..

Mulai ku cari jejak

Untuk mengukir sebuah sajak

Di padang ilalang

Bertitahkan kearifan dan kebijaksanaan

Guna mengarungi bahtera kehidupan,

Yang begitu rumit…..

Betapa perih dan sakit

Kala kerikil menancap tepat direlung hati

Tak mampu terlepas

Ketika darah tlah membalutnya

Esuk tak ada sesal

Kala benih mutiara tumbuh direlung kalbu,

Yang nantinya menghampiri

Disetiap malam biru

Tanpa cacat tak terbantahkan

Salatiga, 29 Desember 2007

Kecerahan

December 18th, 2007 by bambang-triyono2

Hari kecerahan

17 Des 2007

 

Aku ingin tidur dalam indah
yang diberkahi

Tiada yang ganggu dan
menghantuiku dalam kelam

Biarkan tubuh ku lulai
terbaring penuh ketenangan

Tak lagi terawang
membayangi keluh kesah

 

Bila terbangun esuk harinya
ku dapati nyanyian marga satwa

Di atas hijaunya dahan

Hingga tubuhnya bermandikan
percikan embun

Tiada ganggu kalahkan
kedamaian

 

Selanjutnya, bintang timur
perlahan hilangkan diri

Ditutup sementara oleh sang
pemberi adil (matahari)

Yang sorot matanya tajam memancar
ke pelosok dunia

Tanpa ragu ia berjalan
meniti fatamorgana

 

Betapa hari bahagia
menyambangi kehidupan bagi kehidupan

Tanpa cela, dan pesakitan

Begitu sempurna hari bila
segalanya bersama kecerahan hari

Tidak hanya malam tetapi
juga pagi siang sore

Masih Ku Cari

December 10th, 2007 by bambang-triyono2

Masih Ku Cari Des 2007 Berawal dari kegamangan hidup Di sebuah masa penghayatan Yang ditumbuhi ayat-ayat suci Dalam otak tiap manusia Tapi aku hanya sehelai tiran Jauh dari riuhnya nyanyian Atau kumandang tempat Di mana manusia mensucikan dirinya Tiap kali orang berkata kepadaku Tentang apa keyakinan ku Maka jawabnya….jauh dari puasnya Karna menurutku, itu hanya lah “kata” Dan, kata bukanlah kedalaman Karna segala sesuatunya masih pencarian sejati, Yang jauh dimengerti manusia biasa

Membunuh Kesal

December 10th, 2007 by bambang-triyono2

Membunuh Kesal

Sabtu, 6 Desember 2007

Letupan-letupan kecil

Kian terasa merasuk ke sanubari

Tak lagi diam membisu

Meratapi kesedihan saat itu

Isakan tangis bumbu

Pengobat lara kala itu

Agar mengurai gumpalan

Darah beku disetiap relung jiwa

Kekesalan bukan lah akhir sebuah masa

Untuk terus berhenti mencari

Dan mencari muara itu

Agar kelak jiwa tak lagi rapuh